Pesona Turkiye, Lebih Dari Sekedar Cappadocia

Melancong  

Turki yang berganti nama jadi Turkiye adalah destinasi wisata yang diidam-idamkan banyak orang. Kepopuleran kian meningkat setelah Cappadocia dipopulerkan web series hits “Layangan Putus” yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Putri Marino. Tiba-tiba semua orang punya mimpi sama dengan Kinan (Putri Marino), ingin ke Cappadocia, sebuah daerah di Turkiye yang memiliki lanskap memesona serta wisata balon udara.

foto : dok. republika.co.id

Namun pesona Turkiye lebih dari sekedar Cappadocia. Apabila dianalogikan dengan dunia persilatan, maka Turkiye masuk dalam kategori jawara di dunia avontur. Di sanalah timur bertemu barat; tempat Asia bergumul dengan Eropa dan menghasilkan ragam tradisi, agama, sejarah, sampai cita rasa kuliner yang unik. Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang mengatakan Turkiye sebagai destinasi wisata yang sulit dilupakan.

Turkiye adalah semenanjung besar yang menjembatani Asia dan Eropa. Salah satu kota terbesarnya, yaitu Istanbul, terdampar di dua benua. Kota tersebut terbelah oleh Selat Bosphorus, yang menyebabkan satu sisi berada di Asia, sedangkan sisi lainnya masuk ke wilayah Eropa. Secara geografi, bagian utara Turkiye dibatasi oleh Laut Hitam, kemudian di Selatan ada Laut Mediterania, bagian timur diabtasi Laut Aegea, dan sisi barat berbatasan dengan Armenia dan Iran.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Berdasarkan situasinya itu, iklim Turkiye terbagi dalam tiga zona. Ada daerah yang beriklim sedang seperti Istanbul, kemudian daerah pesisir cenderung lebih hangat dengan lembab, sedangkan daerah dataran tinggi seperti Anatolia bisa mengalami musim dingin yang bersalju dan cukup ekstrem. Hal tersebut menunjukkan pula bahwa the land of the crescent moon ini memiliki ragam lanskap luar biasa, surga bagi turis maupun naturalis.

Turkiye menawarkan pemandangan barisan pegunungan tinggi dengan gunung tertingginya adalah Gunung Ararat, sebuah gunung berapi dengan ketinggian 5.137 dpl. Banyak orang menganggap gunung tersebut sebagai tempat suci, sebab mereka percaya di sanalah Nabi Nuh melabuhkan bahteranya setelah banjir besar.

Para petualang dapat menemukan hutan-hutan di bagian utara dan selatan, lembah, padang rumput, banyak air terjun, dan juga danau. Tidak ada juga yang menyangsikan keindahan pantai-pantai milik Turkiye. Pemandangan toska hingga biru akan selalu memanjakan mata. Bodrum, Antalya, Izmir and Fethiye merupakan sedikit kota di Turkiye yang terkenal dengan garis pantai indah. Tempat yang dapat mengakomodasi pengunjungnya dengan pesta-pesta meriah sekaligus teluk-teluk terpencil yang tenang.

Belum lagi kalau berbicara tentang pemandian air hangat alami, seperti di Pamukkale. Selain tempat berendam alami, tidak jauh terdapat reruntuhan spa kuno bernama Hierapolis yang didirikan oleh para raja Pergamon sekitar tahun 190 SM. Tempat tersebut memiliki sebuah kolam yang disebut sebagai Cleopatra Pool, yang menurut legenda di sanalah sang ratu sering berendam.

Sebagai “taman bermain” tokoh-tokoh besar, seperti Cleopatra, Julius Caesar, Alexander Agung, sampai tokoh-tokoh besar dari Kekaisaran Ottoman; kekayaan sejarah Turki terlukis dengan jelas melalui banyaknya situs-situs bersejarah terpelihara. Mulai dari mesjid, gereja, biara,hingga situs arkeologi tersebar di pelosok negeri. Tidak kurang dari 19 kekayaan sejarahnya tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Penduduk Turkiye sendiri tidak jarang membuat para tamu di negerinya merasa betah atas keramah-tamahan mereka. Sudah bukan cerita asing lagi apabila tanpa sungkan orang-orang Turkiye mengajak ngobrol bahkan sampai mengundang orang asing untuk bersantap di rumah mereka. Bicara soal santapan, Turkiye memiliki keunikannya sendiri. Padu padan antara ciri khas timur tengah dengan kesegaran cita rasa hidangan laut a la Mediterania. Dengan kultur makan yang meriah, tidak heran jika di Turkiye mudah sekali ditemukan bazar dan pasar-pasar yang dipadati penjaja makanan.

Turkiye berhasil memesona para pengunjung dengan suguhan kota metropolitan dengan degup modernitas, tapi tidak malu menunjukkan sisi tradisionalnya. Di samping kota besar, juga ada pedesaan yang cantik, bahkan seakan mampu melempar pengunjungnya ke nuansa ratusan tahun lampau. Jadi kalau ke Turkiye, jangan cuma ke Cappadocia, ya. (AR Meinanda)

Berita Terkait

Image

Rekomendasi Wisata Pantai di Selatan Jawa Tengah

Image

Menikmati Pesona 5 Kota Kecil di Jerman

Image

Lima Kota Pelajar Terbaik di Turkiye

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Lima Tragedi Mencekam Sepak Bola di Dunia

Mengenal Tes SAT

10 Tips Liburan ke Luar Negeri buat Pemula

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image