Ingin Kuliah di Jerman? Kamu Perlu Tahu Ini

Umum  

Menurut lembaga statistik UNESCO, Jerman adalah destinasi kedua di Eropa, setelah Britania Raya, yang jadi tujuan populer bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah. Hal tersebut tentu dilandasi berbagai faktor; kualitas pendidikan, beasiswa melimpah, dan kesempatan kuliah gratis. Orang-orang pun semakin bersemangat untuk bisa kuliah di Jerman, setelah negeri panser tersebut membuka program kuliah dengan pengantar bahasa Inggris.

foto : dok. republika.co.id

Sebentar, jangan dulu larut dalam euforia karena di Jerman sekarang sudah ada perkuliahan berbahasa Inggris. Ada beberapa hal yang perlu dicermati tentang kuliah berbahasa Inggris di Jerman ini.

1. Masih Terbatas

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Program perkuliahan dengan pilihan pengantar bahasa Inggris di Jerman masih terbatas terutama untuk jenjang sarjana. Kampus-kampus membuka program berbahasa Inggris paling banyak di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmus Sosial, Hukum, Ekonomi, dan Teknik. Bidang yang paling sedikit adalah Bahasa dan Ilmu Budaya, Kedokteran, Kedokteran Hewan, Seni, dan Olahraga.

2. Tidak Semua Gratis

Hampir semua universitas negeri di Jerman bebas biaya kuliah. Keuntungan tersebut sepenuhnya didapat pada jenjang sarjana dan program-program studi berbahasa Jerman. Untuk jenjang magister dan doktor, memiliki lebih banyak opsi untuk kuliah dengan pengantar bahasa Inggris, namun tidak semua gratis. Tapi jangan panik meskipun tidak gratis, biaya kuliah yang harus dibayarkan tidak mahal, kok. Kampus-kampus Jerman terbaik yang menawarkan perkuliahan berbahasa Inggris dan gratis di antaranya adalah TU München, TU Darmstadt, Universität Bonn, Universität Hamburg, dan FAU Erlangen Nürnberg.

3. Persyaratan Bahasa

Biasanya jika hendak mengambil perkuliahan berbahasa Jerman, calon siswa/mahasiswa perlu mengantongi sertifikat bahasa Jerman level C2 dari Goethe Institut atau lolos ujian TestDaf. Sama halnya jika ingin mengambil perkuliahan dalam bahasa Inggris di Jerman, pun harus membuktikan kemampuan bahasa dengan sertifikat IELTS min. Skor 6.5 atau TOEFL-IBT min. Skor 80. Skor tersebut tergantung kebijakan jurusan dan universitas. Bahkan untuk jurusan seperti ekonomi, bisnis, manajemen, dan teknik di beberapa universitas ada pula yang harus menyertakan sertifikat GMAT atau GRE.

Berkat kemajuan teknologi, segala informasi mengenai perkuliahan sudah bisa diakses via internet. Memang akan jauh lebih mudah apabila calon mahasiswa sudah memiliki pilihan universitas yang ingin dituju, sehingga dapat langsung berselancar di situs web kampus dan mendapatkan informasi lebih akurat. Jadi, biasakan untuk menggali banyak informasi sebelum memutuskan untuk kuliah di luar negeri. (Penulis: AR Meinanda)

Berita Terkait

Image

Berbagai Beasiswa Penuh Tanpa Syarat IELTS/TOEFL

Image

Mau Kuliah S2 atau S3 di Negeri Ginseng? Ada Beasiswa di UST Nih..

Image

Syarat Kuliah Ke Luar Negeri: Pilih IELTS atau TOEFL?

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Lima Tragedi Mencekam Sepak Bola di Dunia

Mengenal Tes SAT

10 Tips Liburan ke Luar Negeri buat Pemula

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image