Praktisnya Kumpul-Kumpul di Luar Negeri

Serba Serbi  

Salah satu keuntungan atau menfaat studi di luar negeri adalah mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda atau bahkan tidak pernah dialami jika tinggal di negeri sendiri. Banyak keuntungan dan manfaat lainnya tetapi tulisan ini akan fokus mengenai budaya kumpul-kumpul baik sesama pelajar (student) maupun dengan orang Indonesia yang tinggal di negara tersebut.

dok. reoublika.co.id

Orang Indonesia memang gemar berkumpul, biasanya pada akhir pekan. Acara kumpul-kumpul ini biasanya dibarengi juga dengan acara makan-makan. Yang dimakan bisa berupa makanan khas Indonesia atau makanan jenis lainnya. Seperti di Australia, salah satu kegiatan kumpul-kumpul adalah babakaran alias barbeque. Kegiatan bisa dilakukan di taman kota.

Ada kalanya kumpul-kumpul ini dikarenakan ada acara tertentu, misalnya ulang tahun seseorang atau memang undangan syukuran. Namun, kadang kala kumpul-kumpul ini merupakan kegiatan pengajian atau memang inisiatif untuk berkumpul karena sudah lama tak jumpa. Pada jenis kegiatan kedua ini, biasanya mahasiswa Indonesia akan membawa makanan tertentu untuk disumbangkan. Jadi akan terkumpul beragam jenis makanan dari banyak orang.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Baik acara undangan maupun acara kumpul-kumpul biasa, biasanya makanan berlimpah. Ini sangat menyenangkan bagi mahasiswa Indonesia yang (terutama) hidup dengan beasiswa. Kegembiraan ini muncul karena kumpul-kumpul tersebut bisa sekalian menjadi ajang “perbaikan gizi” atau melepas rindu pada makanan khas Tanah Air.

Nah, makan-makan ini tentu memerlukan piring dan gelas. Jangan kaget jika menemukan kenyataan bahwa piring dan gelas yang digunakan dalam kegiatan ini adalah piring-gelas sekali pakai atau terbuat dari plastik. Setelah dipakai, langsung dibuang. Jadi, jangan berharap akan makan dari piring-gelas beling atau melamin. Itu tidak akan terjadi.

Mengapa makan-makannya dengan piring-gelas plastik? Karena memang tidak ada yang akan mencuci bekas makan dan minum kita alias tak ada asisten rumah tangga atau saudara (orang tua, kakak-adik, mertua, atau keponakan) yang akan membantu membereskan semua sisa acara kumpul-kumpul ini. Bagi orang Indonesia yang sudah lama tinggal di luar negeri pun, bukan hal yang mudah untuk mendapatkan asisten rumah tangga. Biayanya mahal dan sulit diperoleh. Karena itu, sangat tidak lazim untuk menemukan rumah tangga yang mempunyai asisten. Hanya kalangan atas yang bisa memilikinya. Bagi kelas ekonomi menengah, memiliki asisten rumah tangga adalah sebuah kemewahan.

Untuk membersihkan rumah, ada layanan kebersihan yang harus dibayar per jam. Misalnya, kita bisa meminta petugas tersebut datang seminggu dua kali untuk membersihkan dan merapikan rumah kita. Mereka dipanggil melalui agennya masing-masing. Bayarannya cukup tinggi. Pekerjaan ini biasanya diisi oleh mahasiswa internasional yang mencari uang tambahan untuk biaya kuliah dan biaya hidup.

Nah, karena tidak ada yang membersihkan piring dan gelas usai kumpul-kumpul, maka demi kepraktisan, digunakan piring dan gelas plastik. Setelah digunakan, piring dan gelas itu dimasukkan ke dalam kresek hitam besar. Jika kresek ini sudah penuh, tinggal dibuang di tempat sampah. Praktis bukan?

Berita Terkait

Image

Dibuka Pendaftaran Beasiwa Chinese Government Scholarship

Image

Kuliah S1 dan S2 di UK? Ada Think Big Scholarship

Image

Beasiswa Kuliah di Mid Sweden University

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image