Yassine Bounou Sang Pahlawan Maroko

Serba Serbi  

Maroko berhasil menumbangkan Spanyol 3-0 pada babak 16 besar lewat adu penalti. Hasil tersebut dicapai atas kerja sama tim yang luar biasa dari Maroko. Spanyol yang di atas kertas lebih diunggulkan, dibuat tidak berkutik. Salah satu pemain Maroko yang dielu-elukan adalah sang Kiper, Yassine Bounou. Siapakah dia?

foto : dok. republika.co.id

Yassine Bounou dinobatkan sebagai Man of The Match setelah pertandingan melawan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar. Bukan tanpa alasan, 120 menit bermain melawan La Furia Roja, Bounou berhasil mencetak clean sheet. Bounou menepis dua tendangan penalti Spanyol yang dieksekusi Carlos Soler dan Sergio Busquets. Tendangan pemain Spanyol, Pablo Sarabia, pun arahnya terbaca dengan baik oleh Bounou tapi bola meluncur lebih deras dan untung bagi Maroko, bola membentur tiang gawang. Keberhasilan tersebut mencatatkan namanya sebagai kiper pertama asal Afrika yang berhasil menyelamatkan gawang dalam satu pertandingan adu penalti.

Yassine Bounou merupakan pemain kelahiran Montreal, Kanada, 31 tahun lalu. Kiper nomor 1 Maroko itu juga dikenal dengan nama Bono. Saat usia muda, ia bergabung bersama akademi dari club Maroko, Wydad Casablanca. Pada tahun 2010, Bono dipromosikan ke tim senior. Pemain dengan tinggi badan 191 cm tersebut memulai peruntungan di Spanyol dengan bergabung bersama Atletico Madrid B. Sepanjang musim 2012 – 2014, Bono tampil sebanyak 47 kali dan akhirnya dipromosikan ke tim utama Atlectico Madrid.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tidak banyak mendapat kesempatan bermain bersama tim utama Atlectico Madrid, Bono pindah ke Real Zaragoza dengan status pinjaman. Dari Real Zaragoza, Bono hengkang ke Girona selama dua tahun, sebelum kemudian berlabuh bersama Sevilla. Sepanjang berkarier bersama tim utama Sevilla sejak tahun 2020, ternyata Bono bisa dikatakan kiper spesialis penalti. Melansir bola.net, Bono berhasil menepis delapan dari 24 tendangan penalti. Persentasenya termasuk cukup tinggi dalam hal penyelamatan tendangan penalti, yakni sebesar 33%.

Media Marca memberikan trofi Zamora pada Yassine Bounou setelah menobatkannya sebagai kiper terbaik La Liga musim 2021/2022. Sepanjang musim tersebut Bono mencatatkan rasio 0,77 gol per laga, lebih unggul dari kiper Real Madrid Thibaualt Courtois yang memiliki rasio 0,81 gol per laga.

Penyerang Wolverhampton, Raul Jimenez memiliki persentase hampir 100% penalti yang dilakukannya menghasilkan gol. Namun saat bertemu Sevilla di perempat final Liga Europa, dia gagal mengeksekusi penalti setelah dihalau oleh Bono. Kala itu, lagi-lagi Bono akurat membaca arah tendangan Jimenez, setelah melakukan gerakan yang mengecoh penyerang asal Meksiko tersebut. Terbukti kan? Meski Maroko bukan tim unggulan, tapi tim ini dihuni pemain-pemain dengan kemampuan mumpuni yang dapat menyaingi tim unggulan. Salah satunya ya, Yassine Bounou. (AR Meinanda)

Berita Terkait

Image

Pasang Surut Perjalanan Maroko di Panggung Sepak Bola Dunia

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image