Ke Pulau Bangka? Wajib Ngupet di Warung Tung Tau

Kuliner  

Ngupet, bahasa lokal untuk ngopi di Provinsi Bangka Belitung, dua pulau yang terkenal dengan keindahan pantai dan budaya minum kopinya. Salah satu tempat yang wajib dicoba adalah Warung Tung Tau, di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kedai kopi legendaris kebanggaan warga Sungailiat itu, kini sudah membuka banyak cabang di Pangkal Pinang dan bahkan Jakarta.

foto. dokpri

Warung Tung Tau mulai berdagang pada 1938 di Kota Sungailiat. Pendirinya adalah Fung Tung Tau dan diketahui bahwa saat ini sudah generasi ketiga yang mengelola warung kopi tersebut. Secara turun-temurun, resep serta pengolahan kopi dan berbagai penganan khas mereka dipertahankan.

Dulu, saat pertambangan timah berjaya di Pulau Bangka, banyak karyawan hingga petinggi perusahaan tambang ngupet di Tung Tau. Minum kopi dan makan roti bakar isi telur sudah jadi tradisi sebelum dan atau sesudah mereka bekerja. Rupanya hal tersebut masih menjadi kebiasaan masyarakat Bangka, khususnya Sungailiat, hingga saat ini. Mereka akan minum kopi dan sarapan di Tung Tau sebelum dan atau sesudah beraktivitas.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Lokasi Warung Tung Tau di Sungailiat masih menempati tempat yang sama, Jl. Muhidin No. 87. Sebuah bangunan sederhana di persimpangan jalan, dengan paduan nuansa warna kecokelatan dan putih. Pada dindingnya menggantung foto-foto tempo dulu dan di belakang meja kasir juga terpaku papan menu yang sudah usang---warna putihnya dimakan waktu hingga berubah menjadi kuning gading.

Provinsi Bangka Belitung bukanlah daerah penghasil kopi, Warung Tung Tau sendiri mengandalkan “impor” biji kopi dari Lampung. Menu andalan mereka tentu saja kopi O dan aneka roti bakar. Sejatinya kopi O adalah olahan kopi khas melayu yang umum ditemukan di Medan, Bangka Belitung, bahkan Malaysia dan Singapura. Kopi O berasal dari biji kopi yang biasanya dipanggang dengan campuran gula dan mentega. Cita rasa penyajiannya pekat hitam, bisa dicampur gula putih, gula aren, atau kental manis. Klasiknya lagi, secangkir kopi di Warung Tung Tau disajikan bersama kue semprong.

Roti bakar kepunyaan Warung Tung Tau juga diproduksi sendiri, dari mulai roti dan selainya. Pembakarannya pun dilakukan langsung di atas arang, sehingga menghasilkan roti bakar yang teksturnya lebih renyah dan tidak berminyak. Apabila sobat Calakan bukan penggemar kopi ataupun roti, jangan risau. Warung Tung Tau menyediakan minuman dan makanan lain, seperti teh tarik, es teh, bubur ikan, pantiaw (semacam kwetiauw), mie siram, dan beragam olahan mie lainnya. Jadi, kapan nih mau ngupet di Warung Tung Tau? (AR Meinanda)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Mengenal Tes SAT

10 Tips Liburan ke Luar Negeri buat Pemula

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image