Melancong ke Berbagai Belahan Dunia dengan Hikmah

Pustaka  

Judul Buku : Pada Suatu Musim Semi; Kisah hati yang bermuara

Penulis : Deddy Mulyana

Penerbit : PT Berkah Khazanah Intelektual

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Cetakan : Pertama, Juni 2022

Halaman : xii + 232 hlm

“Apa? Kau akan memeluk Islam?”

“Ya, mommy.

“Maksudmu, agama orang-orang Arab itu?”

“Bukan, Mommy. Islam bukan hanya untuk orang-orang Arab. Islam untuk seluruh manusia di muka bumi ini”

(Hidayah, hal. 2)

**

..

Ketika tampaknya ia telah selesai melakukan hal ganjil itu, segera aku menghampiri dan menyapanya. “Selamat sore, Bung. Apa yang barusan Anda lakukan?”

“Oh, tadi? Saya sedang shalat. Saya sedang menyembah Tuhan saya, Allah.” Ia tersenyum ramah.

“Allah? Ah, jadi Anda seorang Muhammadan?”

“Ya, begitulah orang Barat menyebut kami. Tetapi sebutan yang lebih tepat untuk kami adalah Muslim. Saya seorang Muslim.”

(Lebaran di Marion, hal. 140)

**

..

“Oh, maaf,” ujarnya seraya menerima dompetnya dengan tangan yang rada gemetar. “Maaf, saya tidak mendengar panggilan Kakak. Saya..saya tunarungu, Kak!” seperti tanpa disadarinya, kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Fitri.

Aku seperti linglung. Ah, pantaslah, selama pembicaraan kami di kereta tadi, ia terus memandangku. Ternyata kita senasib, Dik Fitri!.

(Suatu Siang di Argo Parahyangan, hal,195)

**

Membaca cuplikan di atas, kita bisa menemukan beragam tema dalam buku yang ditulis oleh Deddy Mulyana, seorang guru besar ilmu komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung. Pengalamannya tinggal di Amerika dan Australia serta kunjungannya ke berbagai negara, bisa kita temukan kilasannya di buku kumpulan cerpen ini. Pria kelahiran Januari 1958 ini menuliskan secara detail beberapa lokasi yang menjadi seting tempat kisah terjadi.

Sebagai pembaca, kita jadi ikut membayangkannya. Mereka-reka tempat tersebut dalam benak kita. Jalan cerita dalam cerpen-cerpen ini juga mudah dicerna, layaknya cerita pendek pada umumnya. Seperti disampaikan oleh Dr Septiawan Santana K. M.Si , Dekan Fikom Unisba 2018-2022, dalam epilog buku ini “Ia mengisahkan cerita itu tanpa beban, mengalir bagai bercakap-cakap dengan kerabat atau orang terdekat. Ia kadang menceritakan kembali apa yang ditemukannya dari berbagai bacaan yang menarik hatinya.” (hal. 225).

Selain menarik, cerita di dalam buku ini mempunyai latar belakang yang berbeda. Bagian akhir dari cerita pun kadang dibiarkan menggantung atau tanpa kesimpulan. Sebagian kisahnya begitu menyentuh hati, sebagian yang lain memotivasi. Namun semuanya dirangkai dalam kerangka menyampaikan dakwah dan hikmah dalam beragama Islam. Seperti disampaikan dalam pengantar oleh Dr Aam Amiruddin, M.Si sebagai intelektual muslim, penulis buku, akademisi, dan pegiat dakwah, buku ini merupakan satu bentuk dakwah bil qashash atau bil hikayah yang tidak hanya mampu mengungkapkan realitas yang ada tapi juga menjadikannya bahan renungan (hal. vi).

Dari berbagai kisah dalam buku ini, kita bisa belajar mengenai banyak hal, baik tentang kehidupan maupun tentang berdakwah secara mudah dan ringan. Sebagian kita, selama ini, kerap berpikir bahwa berdakwah itu berat, sulit dan membosankan. Padahal, bersikap santun pada orang lain merupakan dakwah. Memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang kita pahami dengan benar secara Islam, juga bagian dari dakwah - seperti yang kita temukan di buku ini. Karena itu, membaca buku ini tak hanya membuat kita terhibur karena jalan ceritanya tetapi sekaligus membuat kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Sebagai seorang yang bergelar profesor, Deddy Mulyana yang telah menulis banyak buku tentang komunikasi ini, boleh jadi mengejutkan sebagian orang yang selama ini mengenalnya sebagai akademisi yang sangat kompeten di bidangnya. Tak menyangka bahwa Dekan Fikom Unpad (2008-2012; 2012-2016) ini dapat merangkai kisah dengan lugas sekaligus penuh makna dalam beragam cerita pendek.

Buku ini layak dibaca oleh siapa saja karena bisa meningkatkan pengalaman batin terutama terkait dengan pengalaman hidup di mancanegara sekaligus memahami interaksi antarbudaya yang bagi sebagian kita, terasa jauh dan tak terbayangkan. (Arbaiyah Satriani, Dosen Fikom Unisba)

Berita Terkait

Image

Lima Kuliner Khas Indonesia dari Luar Negeri

Image

10 Tips Liburan ke Luar Negeri buat Pemula

Image

Siapkan Diri, Beasiswa S3 Kemenag Oktober Dibuka

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Calakan artinya cerdas dalam bahasa Sunda. Media Calakan ini diharapkan mencerdaskan para pembacanya khususnya terkait informasi-informasi yang berman

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image